Talking about Yogyakarta is talking about places it has. To name one, we can mention Malioboro, its most well-known street. While walking along this street, we can find various things; foods, souvenirs, batik , and even art performances. Another must stop shopping spot is Beringharjo market. As the largest traditional market in Yogyakarta , it provides batik and souvenirs as well . In order to get a good pr ice , we should be a good bargainer too. We can go along Beringharjo and do the window shopping by walking , because it is located inside one building. Yogyakarta is identical to Malioboro. For everyone who took time to Yogyakarta will list Malioboro in their must-visit list . Until now, this place still survives as the trade center and becomes one icon of Yogyakarta. About the name, t here are two versions of it. The first, it is taken fr...
Saya bukan fangirl kucing, bukan pula aktivis pembela hak-hak binatang. Saya menyayangi hewan dalam level bahwa mereka patut dihormati hak-hak hidupnya. Saya juga masih percaya bahwa mereka punya perasaan, jadi saya ndak suka sembarangan melakukan tindakan kasar sama mereka. Tapi ya sebatas itu. Saya bukan tipe mereka yang mau repot-repot kampanye menyuarakan hak-hak hewan. Hak-hak manusia saja masih belum terpenuhi sih, haha. Saya juga bukan tipe yang suka lama-lama meluk kucing. Ndak tahan bulunya. Berguguran di tangan macam martir perang di medan pertempuran #halah.
Amboi! Cantik sekali sang Bulan beberapa malam belakangan ini! Jadi, begini, Kawan. Usiaku genap menjadi dua angka kembar, 22, beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 27 Mei 2014. Seperti biasa, setiap tahun aku akan menulis sepatah dua patah kata untuk memperingati usia setahun sebelumnya; sekaligus pembukaan untuk satu tahun berikutnya. Aih, sedap nian bukan caraku ini? Sungguh terdidik dan mengharukan. Sebab, siapa lagi yang akan memperingati hari jadiku ini kalau bukan diri sendiri.
Comments
Post a Comment